• Senin, 6 Desember 2021

Pluralisme Diharamkan MUI, KH Buya Syakur Yasin: Itu Tidak Melanggar Agama

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:00 WIB
KH Buya Syakur Yasin menjelaskan pluralisme. (Kanal Yutub KH Buya Syakur Yasin)
KH Buya Syakur Yasin menjelaskan pluralisme. (Kanal Yutub KH Buya Syakur Yasin)

SANTAI AJA – Kata pluralisme sangat kental dengan bangsa Indonesia. Apalagi pada tahun 2005 silam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengharamkan pluralisme. Namun ternyata keputusan MUI berbeda dengan sikap KH Buya Syakur Yasin.

Bagi KH Buya Syakur Yasin, tidak ada yang salah dengan pluralisme. Bahkan hal itu sangat dibutuhkan masyarkat Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Dunia Tempatnya Capek, Bersabarlah Allah Janjikan Ini Kata Ustad Adi Hidayat 

KH Buya Syakur Yasin juga menegaskan, pluralitas itu tidak melanggar agama. Pluralitas itu sendiri di dalam Alquran disebutkan sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan.

"Diantara tanda-tanda kebesaran Tuhan, adanya perbedaan warna kulit dan perbedaan lisan, perbedaan bahasa, perbedaan budaya, perbedaan suku. Itu semua sebagai tanda-tanda keberasaran Tuhan,” jelas KH Buya Syakur Yasin.

Baca Juga: Sebanyak 21 Anak Lakukan Sunatan Massal di Acara Milangkala Patriot Siliwangi Sejati

“Jadi kalau ada orang tidak menerima pluralitas, berarti menolak kebesaran Tuhan. Pluralisme itu tidak melanggar agama, tapi memberikan kebebasan kepada siapapun untuk berkeyakinan, beragama, berakidah, berpendapat,” ujar KH Buya Syakur Yasin.

Bahkan kata KH Buya Syakur Yasin, bangsa Indonesia sangat membutuhkan pluralisme. Bukan toleransi seperti yang selama ini digaungkan.

Baca Juga: Sambut Milangkala, Patriot Siliwangi Sejati Gelar Tabur Bunga dan Santuni Para Jompo

Halaman:

Editor: Ibon Imron Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Pindah Madzhab dalam Islam Menurut Buya Syakur

Selasa, 9 November 2021 | 14:11 WIB
X