• Senin, 6 Desember 2021

KH Buya Syakur Yasin: Bukan Toleransi yang Dibutuhkan Indonesia, Tapi…

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:21 WIB
KH Buya Syakur Yasin menjelaskan pluralisme. (Kanal Yutub KH Buya Syakur Yasin)
KH Buya Syakur Yasin menjelaskan pluralisme. (Kanal Yutub KH Buya Syakur Yasin)

SANTAI AJA – Kata toleransi sempat mencuat di Indonesia. Hal ini menyusul tingginya konflik yang melibatkan agama dan suku yang ada di negara ini. Toleransi inilah yang dianggap sebagian pihak menjadi kunci kerukunan bagi masyarakat Indonesia.

Namun KH Buya Syakur Yasin MA mempunyai pandangan lain. Menurutnya, bukan toleransi yang dibutuhkan untuk membangun kerukunan di Indonesia.

Baca Juga: Sebanyak 21 Anak Lakukan Sunatan Massal di Acara Milangkala Patriot Siliwangi Sejati

Pernyataan KH Buya Syakur Yamin ini diungkapkan saat menanggapi pertanyaan seorang jemaah muslim keturunan Tionghoa yang mengikuti dialognya.

Kepada KH Buya Syakur Yasin, jemaah yang tinggal di Irak itu menyatakan rasa terima kasihnya kepada Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur yang telah menggaungkan toleransi di Indonesia, sehingga warga keturunan Tionghoa bisa diterima di masyarakat.

Padahal sebelum era Gusdur, ia mengakui dirinya bersama keluarga sangat ketakutan dan tertekan saat tinggal di Indonesia.

Baca Juga: Sambut Milangkala, Patriot Siliwangi Sejati Gelar Tabur Bunga dan Santuni Para Jompo

Menanggapi hal tersebut, KH Buya Syakur Yasin menegaskan, bahwa bukan toleransi yang dibutuhkan untuk membangun kerukunan di Indonesia. Melainkan pluralisme.

“Untuk keberadaan suku Tionghoa di Indonesia, supaya bisa diterima, bukan tolerasi yang diperlukan. Toleransi itu sebenarnya hanya tukar tambah, dan biasanya toleransi itu pihak minoritas menerima persyaratan-persyaratan asal diakui keberadaannya oleh kaum mayoritas, dan kaum mayoritas itu dimana saja, sifatnya selalu arogan, karena merasa lebih tinggi arogan itu. Jadi yang kita perlukan untuk suku-suku minoritas, bukan toleransi, tapi pluralisme,” ungkap KH Buya Syakur Yasin MA seperti dikutip dari kanal yutubnya berjudul “Pluralitas”.

Halaman:

Editor: Ibon Imron Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Pindah Madzhab dalam Islam Menurut Buya Syakur

Selasa, 9 November 2021 | 14:11 WIB
X