• Senin, 17 Januari 2022

Ternyata Ini Alasan Dibalik Terisolirnya Warga Kertajaya Pasca Dibangunnya Flyover Padalarang

- Kamis, 2 Desember 2021 | 17:29 WIB
Asisten Daerah II KBB Maman Sulaiman menyebut pihaknya masih terus mengupayakan negosiasi keinginan warga dengan pihak PT. Bella Putera Intiland terkait pembebasan lahan di Kp Cibeloy RT 02 RW 09 Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang yang lokasinya persis berdampingan dengan Flyover Simpang Padalarang. (Dok)
Asisten Daerah II KBB Maman Sulaiman menyebut pihaknya masih terus mengupayakan negosiasi keinginan warga dengan pihak PT. Bella Putera Intiland terkait pembebasan lahan di Kp Cibeloy RT 02 RW 09 Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang yang lokasinya persis berdampingan dengan Flyover Simpang Padalarang. (Dok)

SANTAI AJA - Efek domino dibangunnya flyover simpang Padalarang menyisakan cerita lain bagi warga Kp. Cibeloy RT 02 RW 09 Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang harus terisolir.

Bagaimana tidak, jika sebelumnya terdapat beberapa akses masuk ke kampung tersebut, namun kini hanya tinggal menyisakan satu akses yang bisa dilewati.

Keresahan warga pun bertambah, melihat potensi kerawanan yang ditimbulkan mengingat jarak antara flyover dengan rumah pemukiman warga hanya berjarak tipis sekitar dua meter saja.

Baca Juga: Kritik Prosedur Pelaksanaan Musda Tunas Indonesia Raya, Yusup Salam: Tidak Sesuai Prosedur

Menanggapi hal itu Asisten Daerah II KBB Maman Sulaiman mengatakan, pihaknya dalam hal ini telah berupaya menjembatani keinginan warga dengan pihak PT. Bella Putera Intiland selaku pengembang dalam hal negosiasi pembebasan lahan.

Namun sayangnya kata Maman, belum ada kesepakatan harga yang terjalin antara warga pemilik lahan dan pihak pengembang perumahan elite Kota Baru Parahyangan itu.

"Beberapa kali kita coba mediasi, namun sayang belum ada kecocokan harga diantara keduanya," ujar Maman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/12).

Baca Juga: Disambut Antusias Warga, Ahmad Hidayat Serap Aspirasi Warga

Maman menjelaskan, harga yang ditawarkan warga pemilik lahan sebesar Rp.14 juta per meter sementara pihak pengembang berani membayar Rp.5,4 juta per meter.

Halaman:

Editor: Feri Johansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Danrem 061/SK Resmikan Rumdin Dandim 0608/Cianjur

Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:27 WIB
X