• Senin, 6 Desember 2021

Ekonomi Bandung Kembali Penggeliat, UKM Jadi Penyelamat Krisis Saat Pandemi

- Senin, 22 November 2021 | 10:27 WIB
Ilustasi: Ekonomi Bandung Kembali Penggeliat, UKM Jadi Penyelamat Krisis Saat Pandemi (Pikiran-rakyat.com/ADE BAYU INDRA)
Ilustasi: Ekonomi Bandung Kembali Penggeliat, UKM Jadi Penyelamat Krisis Saat Pandemi (Pikiran-rakyat.com/ADE BAYU INDRA)

 


SANTAI AJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendongkrak peningkatan realisasi pajak daerah dampak pandemi Covid-19 di tahun kedua. Terhitung per 31 Oktober, realisasi pajak di periode 2021 mencapai Rp1,340 triliun, atau setara 74 persen dari target sebesar Rp1,808 triliun.

Bahkan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung memghitung ulang terkait potensi pajak daerah. Mengingat, kondisi pandemi memberikan dampak cukup besar terhadap sektor ekonomi dan membuat sejumlah usaha terhenti.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem dapil Jabar 1, Muhammad Farhan menjelaskan, percepatan raihan mata pajak setelah dua tahun pandemi Covid-19 harus adil terutama pada wajib pajak sektor usaha yang gulung tikar akibat Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara Senin 22 November 2021: Aquarius Hubungan Terganggu, Pisces Teman Jadi Cinta

"Saya melihat walaupun perekonomian mulai menggeliat di kota Bandung, beberapa sektor perlu tetap diberi insentif. Pertama dan terutama sektor perdagangan retail eceran, khususnya para pedagang di semua pasar tradisional," ujar Farhan dalam keterangan persnya, Kamis 18 November 2021.

Bapenda mencatat, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB) merupakan mata pajak berkontribusi paling besar pada raihan pajak periode 2021.

Kemudian disusul hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan dan pajak air tanah. Untuk PBB, hingga akhir Oktober tercatat sudah masuk Rp457 miliar, sedangkan dari BPHTB mencapai Rp400 miliar.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara Senin 22 November 2021: Aries Lakukan Hal Menarik, Taurus Pasangan Anda Berubah

Farhan menilai, untuk sasaran pajak di periode berikutnya, pemasukan pajak dari sektor wisata di tengah longgarnya PPKM Jawa Bali, jadi lahan potensial.

Halaman:

Editor: Feri Johansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X