• Kamis, 7 Juli 2022

MICE Jadi Media Promosi Kekayaan Alam Budaya Indonesia

- Kamis, 23 Juni 2022 | 22:26 WIB
MICE Jadi Media Promosi Kekayaan Alam Budaya Indonesia (Kemenparekraf)
MICE Jadi Media Promosi Kekayaan Alam Budaya Indonesia (Kemenparekraf)

SANTAI AJA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meyakini gelaran event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) mampu menjadi media promosi yang baik untuk menampilkan karya-karya Indonesia dari segi kekayaan budaya, keindahan destinasi, serta kreasi lokal yang kreatif dan berdaya saing.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, salah satu kegiatan di dalam MICE adalah perjalanan insentif yang bisa digunakan sebagai media promosi destinasi dan pengenalan budaya lokal.

“Acara MICE bisa menjadi media untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui side event seperti saat welcoming dinner bisa digunakan untuk menampilkan pertunjukan budaya dan kuliner khas untuk delegasi yang datang,” ujar Rizki Handayani dalam pernyataanya di Jakarta, Rabu 22 Juni 2022).

Sementara itu, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf, Masruroh menjelaskan, event-event kreatif di Indonesia juga bisa mengambil bagian untuk menampilkan karya-karya bagian kekayaan budaya, keindahan destinasi, kreasi lokal yang kreatif, dan berdaya saing.

Baca Juga: PUPR Dukung Air Baku Pusat Persemaian Modern Mentawir untuk Penghijauan IKN

“Sehingga dengan sebuah event kami juga melestarikan seni dan budaya lokal,” ujar Masruroh saat gelaran Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference di Nusa Dua, Bali, Rabu 22 Juni 2022.

Iyung sapaan akrab Masruroh mengatakan, event MICE selalu memberikan multiplier effect, lantaran pengeluaran dari wisatawan bisnis dua kali lebih tinggi daripada wisatawan leisure dengan rata-rata menginap selama tiga hari.

“Hampir semua acara MICE melibatkan UMKM melalui pameran atau sebagai pemasok oleh-oleh lokal. Event MICE juga memperhatikan kelestarian lingkungan dengan penggunaan plastik dan kertas lebih sedikit,” ujarnya.

Iyung mengatakan, Kemenparekraf selalu berkolaborasi dengan pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk sektor MICE.

Halaman:

Editor: Feri Johansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X